jump to navigation

Kalau Patah Hati, Terus ……. 11 Mei 2008

Posted by antokoe in intermezo.
Tags: ,
trackback

Siang itu tidak biasanya Trisno minta ketemuan di warung bakso Mas Slamet dekat kampus. Katanya ada yang mau diomongin, penting. Atie berpikir kok tumben-tumbenan, biasanya kalau ada yang penting pasti datang ke rumah. Atie jadi tidak konsen nyimak kuliah Sistem Pakar hari itu. Langsung aja setelah bubaran kuliah, Atie langsung meluncur ke tempat ketemuan dan Trisno sudah nunggu. Dimeja sudah ada Teh Botol dan bungkus rokok, yang menurut perkiraan Atie sudah kosong.

“Udah selesai kuliahnya ?”

“Udah !. Ada apa sih kok kayaknya penting banget ?”

“O, ya mau minum apa ?”

“Teh Botol aja pakai es”.

Trisno langsung memesan ke Mas Slamet, pesanan Atie tadi. Tidak lama pesanan datang, Atie menunag Teh Botol ke gelas yang berisi es batu dan mulai minum. Dengan raut wajah serius yang cenderung tegang, Trisno menata hati dan kontrol otak agar apa yang mau diomongkan keluar dengan sempurna.

“Gini Tie….., ….”. Serasa ada yang nyumbat tenggorokan Trisno, hingga omongonnya seperti ketelan.

“Aku mau kita putus !”. Itu kalimat yang keluar dari mulut Trisno, dan meluncur sangat cepat seperti ada roket yang mendorongnya.

“Apa……….!. Uhuk..huk..huk.. “. Atie batuk karena keselek minuman yang disedot bersamaan kalimat putus yang terlontar dari mulut Trisno.

“Ya !, kita putus…!”

“Kenapa……..?”. Mendadak kedua mata Atie berkaca.

“Aku rasa hubungan ini tidak bisa diteruskan.., bukan karena orang ketiga, empat atau sepuluh, cuma aku rasa lebih baik hubungan ini sampai disini. Jujur aku masih sayang dan aku yakin kamu juga”

“Terus kalau kita masih saling sayang, kenapa kita harus putus ?”

“Itu yang aku rasa sampai sekarang aku nggak yakin dengan ini semua. Ternyata hubungan pacaran tidak sesederhana kalau kita bilang sayang”.

“Aku masih nggak ngerti….”. Air mata Atie sudah mulai meleleh, sementara wajah Trisno kelihatan tegang. Kalau ditilik kebelakang, hubungan Atie dan Trisno sebetulnya berjalan biasa saja bahkan cenderung minim konflik. Mereka kemana-mana berdua bahkan nyaris tidak pernah terlihat sendiri-sendiri. Dan berlangsung hampir satu tahun tepatnya 11 bulan kurang 5 hari.

“Aku bosan dan hambar dengan hubungan kita Tie. Aku butuh suasana yang lebih menantang. Maafin aku Tie, mungkin ini menyakitkan kamu, tapi aku harus ambil keputusan ini untuk kita. Sekali lagi aku minta maaf, karena masalah ini nggak aku omongin sebelumnya sama kamu. Mudah-mudahan kamu dapat ganti yang lebih dari aku.”

Air mata Atie makin deras keluar, tapi Atie berusaha menekan suara tangisnya biar tidak terdengar orang disekitarnya.

“Sekali lagi aku minta maaf, Sorry aku nggak bisa nganter kamu pulang”. Setelah itu Trisno meninggalkan Atie sendiri tapi sebelum menuju motor Trisno membayar Teh Botol ke Mas Slamet. Mas Slamet menerima uang dari Trisno, tapi mukanya kosong, karena secara tak sengaja mendengar pembicaraan Trisno dan Atie. Kesadarannya terusik oleh suara tarikan gas motor Trisno. Setelah Trisno menghilang ditikungan jalan, buru-buru Mas Slamet mengambil tisu dan diberikan ke Atie.

Atie masih merasa ini mimpi, rasa tidak percaya, masih mengelayut dibenaknya. Teganya Trisno mengakhiri hubungan yang dibina hampir setahun. Dalam suasana hati dan pikiraan yang kacau, Atie beranjak dan ngeloyor pergi tanpa permisi dengan Mas Slamet. Kebetulan ada taksi kosong lewat, Atie memberi kode ke taksi, berhenti, masuk.

Patah Hati. Dua kata yang bermakna menyakitkan. Bukan fisik, tapi hati. Sakit hati parameternya absurd. Kata Meggi Z, “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati”. Sesakit itukah hati kita kalau patah hati ?. Rata-rata akan menjawab “Ya”, walaupun kadar sakit yang dirasakan setiap orang berbeda. Sakit hati berhubungan erat dengan perasaan. Selama perasaan masih mendominasi hati, maka sakit hati sembuhnya akan lama, menjadi akut, bahkan permanen. Formula yang tepat untuk mengatasi sakit hati karena patah hati adalah adanya keseimbangan perasaan dan akal sehat. Orang bilang perempuan lebih sering menggunakan perasaannya sedangkan laki-laki akal sehatnya.

Terus kalau patah hati, harus gimana dong ?. Bunuh diri, cari pacar baru atau nangis semalaman ?. Kalau putus pacaran untuk mengurangi sakit hati apa yang harus dilakukan ?. Membuang semua barang kenangan sewaktu pacaran, mungkin salah satu cara. Kalau barang itu berharga apa harus dibuang, misalnya cincin. Kembalikan saja atau berpikir lebih ekonomi, yaitu jadiin duit alias dijual. Kalau cincin, kalung, gelang atau perhiasan lain yang tentu dari jenis berlian, emas atau perak tentunya nilai ekonomis kelihatan, apalagi sekarang.

Ada berita menarik, bagi yang mau jual atau melelang barang-barang kenangan yang mengingatkan kita sakit hati, kunjungi saja situsnya di www.exboyfriendjewelry.com. Ini bukan promosi atau aku beraffiliasi dengan pemilik situs, tapi hanya untuk informasi. Mungkin ada yang waktu pacaran dulu, dikasih berlian, emas atau barang berharga lain. Sakit hati hilang dan uangpun datang.

Komentar»

1. indra1082 - 12 Mei 2008

Wealah ujung-ujungnya Promo…

2. Eka - 12 Mei 2008

sedih sih kalo diputusin gitu…tapi apa musti dijual barangnya :D

3. hanggadamai - 12 Mei 2008

masih banyak kok nenek janda :mrgreen:

4. antokoe - 12 Mei 2008

@indra1082
bukan promo ndra, abis gak ide mau nulis apa, eh.. baca Kompas nemu artikel keberadaan situs itu, dan putar otak, dan…

@Eka
pernah diputusin ya. makanya sebelum diputusin, mending mutusin duluan

@hanggadamai
jgn putus asa, msh banyak kok yg blm expire, ….

5. azaxs - 12 Mei 2008

Hehe.. saya setuju pada kacamata ekonomis dalam berpacaran mas.. :lol: