Singkat atau Lengkap
Kemarin ngobrol-ngobrol bareng anak KBM. Obrolannya masih sekitar dunia ngeblog-mengeblog dan yang lagi jadi pokok bahasan “memang kalo nulis posting blog harus yang panjang ?“. Jawabannya macem-macem. Setelah difilter kira-kira ada tiga jenis jawaban :
Pertama : Panjang pendeknya posting tergantung apa yang pengin disampaikan, ada yang perlu dijabarkan ada juga yang tidak perlu. Jadi kata kunci jawaban pertama adalah “tergantung“.
Kedua : Artikel yang panjang perlu agar apa yang disampaikan bisa sampai dan jelas. Akan lebih baik kalau apa yang disampaikan mulai dari latar belakang sampai inti artikel atau lengkap. “Panjang” kata kunci jawaban kedua.
Ketiga : Posting pendek akan lebih efektif tapi menyampaikan sesuatu dengan uraian yang singkat. juga bukan sesuatu yang mudah bagi sebagian orang. Posting pendek bikin para blogger yang bersilaturahmi tidak malas untuk membaca sehingga bisa kasih komen yang sesuai.
Akhirnya kami sepakat, tulislah apa yang perlu ditulis sedangkan panjang-pendek posting itu urusan masing-masing.

sudah lama nih ngak berkunjung ke temen2 Blogger KBM .. salam buat semua yah

btw .. emang benar tulislah apa yang perlu ditulis.. klo kepanjangan yaaa tulisannya bisa bersambung
Selamat makan sahur ..
kopral cepot
28 Agustus 2009 at 00:58
yoih Boss..siappp cuma browsernya tambah parah nih Pa.. hikss..
Hariez
28 Agustus 2009 at 01:15
Setuju, karena dalam menulis tidak ada rumus dipaksakan, tergantung si penulis mau menyajikan dalam bentuk tulisan panjang atau pendek,
kalo menurut saya sih yang penting maknanya bisa dicerna oleh si pembaca…
he he so tau ya…
Salam KBM
Septa
28 Agustus 2009 at 02:27
Kata om Wiliam Forester “kalau kamu mau menulis ya tulis aja,jangan pernah mikir lupakan macem2 teori itu”
septarius
28 Agustus 2009 at 05:41
kadang terlalu panjang tidak terbaca secara keseluruhan oleh sang pengunjung
kawanlama95
28 Agustus 2009 at 06:10
salam kenal…
pinginnya sih nulis yg pendek2 dan ringan…tapi keknya hampir semua blogger nulis yg ringan2 dan pendek….maka saya mengorbankan diri utk menulis yg panjang2 dan berat…….saking beratnya sampe2 kebanyakan yg baca cuma baca pembukaan dan penutupan…abis itu komeng…..wakakakakak
m4stono
28 Agustus 2009 at 08:03
utk artikel dg tipe yg harus ditunjang data & fakta ato referensi, kayaknya bakalan panjang, begitu juga dg tipe lomba artikel, ada aturan baku tentang tema, judul, kutipan, kerangka pikir (latar belakang masalah, rumusan dan solusi masalah, dan terakhir kesimpulan), belum lagi kalo ada tambahan kita harus “bertugas” memotivasi pembaca, dg kata lain artikel yg kita buat harus cukup inspiratif. hikmahnya, kita pasti bisa bikin artikel ringan (pendek) tapi efektif dan optimal, aga susah memamng.. ^_^
tapi yg lebih penting lagi, apa yg kita uraikan di blog bisa bermanfaat bagi banyak orang..
cantigi™
28 Agustus 2009 at 09:27
Bingung nih, kadang malah komentnya yang lebih panjang dari postingannya pada beberapa blog yang saya lihat.
jika temanya mudah untuk disampaikan, akan saya posting pendek.
kalo temanya ga bisa direduksi, terpaksa dengan berat hati akan saya posting panjang.
Saya terbiasa membaca karya Nietzsche dan ibn Araby. Jadinya kok sulit ya untuk posting pendek.
Menurut saya kalo mau posting pendek, lebih baik postingan pendek itu dijadiin koment aja di blog teman yang kita singgahi.
Isi dari blog saya merupakan synopsis, saya ketuleran nietzsche dan ibn araby. coba deh baca tulisan2 singkat karya nietzsche, justru kalo dia nulis singkat, malah sulit untuk dimengerti. untuk memahami synopsis ya harus baca dari awal.
insyaallah jika nanti saya punya blog kedua, akan saya sarikan pendek2
@antokoe, hatur tengkiu sarannya saya terima
insyaallah untuk tulisan selanjutnya
wassalam, qarrobin
qarrobin
28 Agustus 2009 at 10:51
setuju mas, lha wong kalo yang pengen diungkapin segitu-gitunya masa harus ditambah dengan ‘mengarang indah’ wkekekek
nyegik
28 Agustus 2009 at 12:45
mantap… postingnya neh… lam kenal dari saya Agus Suhanto
Agus Suhanto
28 Agustus 2009 at 14:15
kalau bagiku jika bisa singkat tapi sudah cukup jelas untuk apa juga dipanjang-panjangkan
sunarnosahlan
28 Agustus 2009 at 14:41
Betul kang, kalo postingannya emang ringan ya ditulis pendek-pendek saja. Kalo yang agak berat, mesti ada referensi juga dong biar agak meyakinkan. He.he.
Salam.
kolojengking
28 Agustus 2009 at 19:50
Sekalian mohon ijin tukeran link. Link ke bog jenengan sudah saya pasang di blogroll kang. Bisa dicek ke TKP. Dijamin saya pajang dengan gagah di sana.
Salam.
kolojengking
28 Agustus 2009 at 19:53
stuju pa’… jujur saya masih bigung posting di blog saya, tapi pas saya baca postingan bapa’ saya jadi tau cara posting… makasih banyak…. suksess buat bapak….
salam ramadhan….
abdul
28 Agustus 2009 at 20:25
Mau panjang.. pendek..
Tanya hatimu
indra1082
29 Agustus 2009 at 09:49
haddiirrr….
mo panjang or pendek sama aja, nyang penting muatannya…
cu…
perigitua
29 Agustus 2009 at 11:28
pendek atau panjang itu ga masalah yang terpenting isi postingan tersebut…yang harus kita tau….
farus
29 Agustus 2009 at 14:00
hehehehe kadag malah isi postingan engga di baca yaaaa
KangBoed
29 Agustus 2009 at 17:08
ssssttt jangan buka rahasia…
KangBoed
29 Agustus 2009 at 17:09
tangan pendek tujuh ribu lima ratus tangan panjang sepuluh ribu
KangBoed
29 Agustus 2009 at 17:10
tangan panjang bukannya maliang Kang Boed…?
Septa
3 September 2009 at 06:59
saya akan terapkan hal itu…
karena ini saran..
terimakasih…
salam hangat
andipeace
29 Agustus 2009 at 22:22
“tergantung” apa yang mau ditulis
Kalo komentar, boleh panjang-panjang juga ngga?
mikha_v
6 September 2009 at 10:54