Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

Tontonan Ramadhan Minim Tuntunan

with one comment


Ramadhan datang, semua menyambutnya dengan suka cita, termasuk televisi (TV). Jauh-jauh hari stasiun TV sudah mempersiapkan acara untuk menyambut ramadhan. Production House (PH), kebanjiran order sinetron “religius”, ada yang sudah membuat jauh sebelum ramadhan, banyak cerita ditawarkan tapi formulanya tetap sama yaitu konsep telenovela. Konflik yang terjadi tidak jauh dari cinta, harta dan kesalahpahaman, cuma karena diberi label “religius“, maka kostum lebih sopan dan sepanjang sinetron bertebaran kata “assalamualaikum, astagfirullah, masyaallah, alhamdulilah” dan lain-lain tapi tetap dengan mata melotot, akting marah-marah yang terkesan over (konon, ini yang membedakan marah di sinetron dengan dilayar lebar). Selain itu PH mengeluarkan bintang yang mendongkrak rating, gak peduli cocok atau tidak dengan cerita dan karakter. Makanya kalau melihat karakter orang miskin tapi tampang dan bajunya bersih seperti orang berduit jangan heran. Berikut ini beberapa judul sinetron “religius” ramadhan 2007 dilayar TV nasional:

Sinetron dipersiapkan khusus ramadhan dengan cerita dan formula biasa, Soleha, Aisyah (Sinemart) dilayar RCTI, Sujudku (MD Entertainment), Kiamat Sudah Dekat 3, Para Pencari Tuhan (Citra Sinema) di layar SCTV, Si Entong (Indika) Entongdilayar TPI, Keluargaku Harapanku (RAPI Film) dilayar Indosiar sedangkan stasiun TV lain lebih mengandalkan acara reguler yang dibungkus dengan suasana ramadhan. Sedangkan untuk mengisi acara waktu sahur, stasiun TV lebih mengandalkan acara komedi dan ditambah dengan jor-joran hadiah dalam kuis interaktif. Acara seperti STAR (RCTI), Sahur Empat Mata (Trans7), Tasaur (Indosiar), Saatnya Kita Sahur (TransTV) menemani sahur kita.

Dari semua acara TV dalam bulan ramadhan ada yang memberikan nuansa berbeda dalam cerita maupun kandungan islaminya, sinetronseperti Kiamat Sudah Dekat 3, Para Pencari Tuhan (SCTV, Citra Sinema). Dua sinetron ini mungkin bisa dikategorikan sebagai sinetron religius sebenarnya, selain tidak menggurui juga dikemas dengan nuansa komedi dan dekat keseharian. Di luar sinetron diatas, banyak sinetron yang masih dengan formula klasik.

Sekarang ini dunia tontonan TV sedangkan menuju ke arah industri dan masih mencari format yang pas sesuai dengan kearifan lokal dan belum ketemu. Sinetron Indonesia masih banyak mencontek sinetron Mandarin, Korea dan India (tergantung produsernya). Kalau untuk tontonan sudah tercapai, tapi untuk menjadi tuntunan masih jauh…

Written by antokoe™

15 September 2007 pada 13:11

Ditulis dalam ramadhan, sinetron

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Acara komedi di sahur juga suka ngaco. Lawakannya suka menjurus ke ‘faktor x’. Udah gitu ada Olga yang masih aja berperan sebagai banci. Udah jelas-jelas ‘laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan’.

    hanin

    25 September 2007 at 09:15


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: