Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

My Hope Indonesia, Rating, Teror atau Provokasi?

with one comment


Jujur berawal Jumat (14/12/2007) aku sholat Jumat di masjid biasa aku sholat. Sambil menunggu khotib memberikan khutbah, sampingku membawa sebuah selebaran yang berisi informasi yang kira-kira isi begini :

Hati-hati tayangan yang berbau Black Magic yang berjudul My Hope Indonesia Sebuah Penantian di RCTI, TransTV, TVRI jam 16.30 – 17.30, dst……

Terus sampingku (orang tua) ngomong sama cucunya, “Ya, jangan ditonton ya, haram!“. Selesai sholat Jumat aku langsung cari informasi (penasaran), browsing, lewat akun WordPress, aku dapat informasi ini lewat blog tetangga. Informasi berawal dari beredarnya sms berantai (kebetulan aku gak terima sms), dan menyebar tak terbendung. Sejenak aku berpikir, ah jangan-jangan ini seperti sms-sms sebelumnya. Untuk lebih jelas aku gali lagi dan menemukan forum online di jawaban.com (notabene yang punya untung dengan informasi ini) dan dari thread yang ada, menambah penasaran tentang tayangan ini.

Sebenarnya setelah mendapat informasi ini aku berpikir,

  • Ah, ini trik dari pihak tertentu untuk menaikkan rating acara ini (ingat, rating adalah tuhan bagi tv).
  • Mungkin ini propaganda/provokasi pihak yang berkepentingan, dengan tujuan tertentu, misal untuk membuat resah, dan pihak tersebut merasa senang jika propaganda berhasil. Apa ini juga masuk kategori teror?

Dari tiga stasiun tv (yang ada diselebaran), yang mungkin menayangkan paling hanya RCTI, karena yang punya tradisi menayangkan sinetron model begini hanya RCTI.

Penasaran dengan tayangan ini, aku tunggu, dan ternyata yang tayang sinetron lepas yang berbau natal  yang berjudul “Sebuah Penantian” dan sebenarnya sinetron model begini rutin ditayangkan di RCTI tiap minggu malam. Kecewa. Pasti, yang merasa terprovokasi. Biasa aja, yang mengganggap informasi tersebut basi. Pertanyaannya, mengapa kita cepat terprovokasi dengan informasi seperti ini?. Apa kita yang berpikiran terlalu sempit atau kita tidak siap dengan hal-hal berbau sara seperti ini. Memang sara adalah api dan provokasi adalah bensin. Kalau ketemu dan tidak ada pemadam, meledaklah. Hanya iman, keyakinan, berpikir terbuka dan tentunya kewaspadaan (yang proporsionl) dapat mengatasi hal seperti ini.

Written by antokoe™

17 Desember 2007 pada 11:31

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with , , ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. F*** KRI****………..

    f*** KRI*****

    19 Desember 2007 at 10:59


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: