Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

Ada Apa dengan Acara TV Indonesia

with 10 comments


TV, adalah menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. TV adalah hiburan paling murah dan dekat karena disajikan diruang tamu atau ruang keluarga. Semua anggota dapat mengaksesnya termasuk anak kita. Tapi kalau anak kita disuguhi tontonan yang tidak memberikan tuntunan yang baik bagaimana donk. Pindah channel-nya ke TV lain. Masih sama kok (model) acaranya. TV lain gimana. Sama aja. Ya sudah matiian aja TV-nya.

Kesimpulannya, acara TV kita seragam (walau warnanya beda-beda). Pertanyaannya memang SDM stasiun TV itu gak ada yang kreatif? Atau memang kita merupakan bangsa yang latah (katanya sih hanya di Indonesia ada orang latah)?.

Kalau menurutku, pengelola TV itu seperti seorang pedagang, dimana dia hanya menjual barang yang sedang dicari, laris dan dijual kios sebelah. Karena dagangannya kios sebelah laris, maka harus menjual barang dagangan yang sama kalo nggak maka gak dapat duit. Yang celakanya adalah masuk kategori pedagang kaki lima bukan sekelas toko bermerk yang menjual barang dengan kualitas yang baik atau minimal sekelas Factory Outlet. Jadi terkesan seperti pedagang musiman, kalo mau lebaran maka jual barang yang banyak dicari orang untuk berlebaran. Atau pas awal mau masuk sekolah, naka rame-rame jual buku, tas, alat tulis,sepatu, seragam dll (dan lainnya lupa). Setelah masanya habis, mulai melirik toko sebelah, dagangan apa lagi yang laris?.

Sekarang yang menjadi barang dagangan (baca: acara TV) yang laris adalah masih sinetron diperingkat pertama. Ini adalah mesin uang yang paling handal. Tapi coba tengok sinetron kita, pasti ….

  • Striping (tayang tiap hari);
  • Pembuatannya asal jadi, lihat aja sering bocor boomer-nya (mik untuk dialog); pemilihan lokasi dan setting yang asal jadi (nama rumah sakit atau nama kafe dibuat mendadak dengan modal stereoform+cat);
  • Cerita; nah ini yang paling parah. Tip menonton sinetron kita, lihat sinetron sampai episode 10, liat setelah episode ini, kalo masih cerita masuk akal dan tidak membodohi kita, tonton terus. Nanti cek lagi setelah episode 20;
  • Penokohan karakter dalam cerita hampir seragam dan menjual mimpi. Di sinetron kita ORANG BAIK HARUS HIDUP SUSAH, BODOH, LUGU, SENGSARA, MISKIN, DIBOHONGI, DAN …..
  • Perhatikan mata tokoh antagonisnya, pasti melotot dan diberi tambahan efek freeze.
  • Satu TV diisi produksi sinetron dari satu PH. RCTI oleh Sinemart dr jam 6 sore s.d 11 malam. SCTV oleh MD Entertainment di jam yang sama. Indosiar oleh PT. Gentabuana dll. Dari sisi PH ada untungnya karena sinetron mereka gak bersaing dengan sinetron sendiri di TV lain pada jam yang sama.
  • Kalo laris walau ceritanya amburadul maka dipanjang-panjangin episodenya.
  • dll

Yang paling up-to-date adalah teguran kepada Indosiar (Supermama, Mamamia, Stardut) dan TPI (Dangdut Mania) tentang acara pencarian penyanyi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ditambah teguran ke host acara Ruben dan Ivan Gunawan. Acara ini sebenarnya bagus tapi menjadi tidak terkendali karena tidak mempunyai konsep yang baku diawalnya, sehingga pada perkembanganya karena menarik maka dibuat improvisasi tapi berlebihan. Bahkan durasinya sampai 7 jam (pertama di dunia dan pelopornya Indosiar).

KPI jangan hanya acara ini saja yang ditegur, tapi PH pembuat sinetron-sinetron juga boleh (harus) ditegur + TV yang menayangkan. Biar sinetron kita maju.

Tapi kalau mau maju acara TV kita, kita sebagai penonton juga harus maju dan kritis jangan mau diberi tontonan sampah artinya kalau dirasa jelex jangan ditonton.

Do you have comment for Indonesian TV program?.

Written by antokoe™

17 April 2008 pada 15:44

Ditulis dalam hiburan, sinetron

Tagged with

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. KAYAK LO BISA AJA BIKIN ACARA!!!!JGN CUMA KRITIK DOANG PADAHAL LO SUKA KHAN NONTON ACARANYA!!!!YACH LO NYA AJA YG BEGO ORANG HANCUR LO IKUT ANCUR…………………………………………
    JANGAN DITIRU ATAU DITONTON DONG…….!!!!!!KALAU TU ACARA JELEX MENURUT LO!!!!………..
    TP MASYARAKAT KITA BIASANYA MENGKRITIK TP TTEP AJA DITONTON ITU NAMANYA MUNAFIK
    SOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO…………………………………….
    JANGAN SIRIK DONG!!!!!!

    CAT WOMEN

    26 April 2008 at 16:04

  2. for CAT WOMEN:
    adalah hak sebagai penonton untuk memilih acara yang disukai, tapi kita sebagai orang yang BEGO dan MAU MIKIR harus jadi penonton yang cerdas dan kritis. alternatif banyak kalau kita gak suka acara TV A tekan tombol remote pindah ke channel B dst. tapi kalo acara hampir seragam, dan TV adalah hiburan paling murah, TV bisa bikin tidak BEGO atau malah jadi BEGO AKUT karena acaranya sampah. boleh juga sih TV kita matiin atau JUAL aja TV kita.
    KRITIK bukan berarti SIRIK. orang mau di kritik berarti orang itu mau maju dan mikir untuk tidak BEGO. tidak semua acara TV sampah, banyak yang bikin kita tidak BEGO, tapi selalu dinilai (sedikit ditonton) dengan rating rendah. serendah itukah rating penonton TV kita ?.

    antokoe

    27 April 2008 at 09:00

    • bener itu…dah muak ma acara tv yg gak mutu,aq gak prnh nonton sinetron soalx critax monoton,tdix suka acara musik skrng jd mls jg abis gak ssuai konsep,msa acara musik nyampur ma acara masak2 yg bnr aja tuh.blm lg infotainmentx dri pgi smp mo tidur diulang2 mulu gosipx,pkkx dah gak tau deh mo nntn apaan skrng,fiuh…

      uya

      8 Maret 2013 at 20:50

  3. gue rasa seh yang duduk di KPI harus orang yang mengerti tentang dunia per-televisian sehingga dapat memebrikan contoh dan saran bagaimana membuat acara atau menjadi pembawa acara yang baik….kalo cuma kritik seh gampang aja. gue seh paling anti dengan yg namanya sinetron tp kalo ng suka mendingan jangan di tonton biar ng membuang waktu. pokoknya acara yang tidak bagus ng usah di tonton aja anti juga berhenti sendiri acaranya….

    indarto

    27 April 2008 at 11:56

  4. Pada intinya saya sangat setuju dan sependapat dengan pandangan mas soal kondisi acara-acara di tv swasta kita saat ini. Tapi ada juga sih stasiun tv yang punya konsep program acara yang lebih variatif. Contohnya TRANS CORP (terutama Trans TV).

    Gak ada tuh sinetron kejar tayang di tv itu. Yang ada cuma sitkom atau sinetron komedi, walau beberapa terkesan garing. Untuk MAMAMIA dan sejenisnya, sebenarnya bagus banget. Yang perlu di benahi mungkin cuma pada hostnya aja.

    iskandaria

    17 Desember 2008 at 13:19

  5. ah si cat women tu yg buat acara program kali..makanya dia gak terima..
    kritik ya boleh dunk..jaman era demokrasi.. kritik yang begini yg bagus.. pake kata2 sopan.. gak spt cat women yg ngata2in gak jelas..

    Mamamia itu juga meniru produksi luar negeri kan.. lama2 bosen.. tp gimana.. suguhan acara tv itu2 aja!!!! penonton juga mau gak mau nonton.apalagi kalo yg melihat rating..haduhh.. parah

    Tunggu aku jadi produser n team creative dehhhhhh……….
    cieeeeeeeeeeeee…………….

    miss.......

    12 Januari 2009 at 00:23

  6. ah org KPI tunya ngeritik terus2an,gimana perfilman indonesia mau maju,baru naik dikit aja udah d kritik,ada aja yg salah,klo gitu perfilman indonesia buat film semut aja biar ga’ di kritik,klo itu jg masih d kritik. MAKAN AJA TU KRITIKAN…….

    red_jtm

    22 Maret 2009 at 15:25

  7. KLW AKU SI SETUJU KLW ACARA TV INDONESIA KURANG KREATIF KARENA TAHUNYA CM NGEJIPLAK

    NOVI

    5 April 2009 at 18:40

  8. mudah-mudahan program acara televisi Indonesia bisa lebih baik lagi….

    ngritikacara

    22 April 2012 at 12:24


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: