Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

Kecurangan UAN, Maunya Siswa atau Sekolah?

with 11 comments


Selesai sudah, aku menjadi Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional 2008. Ini kali kedua aku jadi TPI. Capek sih nggak, tapi justru ngantuk. Lho kok bisa… Alhamdulillah, sekolah yang aku pantau mempersiapkan dengan baik hajatan nasional ini dan mengikuti aturan yang ada. Jadi 3 hari (22 s.d 24 April 2008) kemarin aku lebih banyak ngantuk, nunggu ujian selesai. Jadi, sepertinya tidak ada kecurangan di sekolah yang aku pantau (mungkin aku gak nemuin kecurangan itu atau aku nggak tau kalo ada yang curang?).

Kalo aku baca dimedia, masih ada yang mencoba berbuat curang. Banyak modusnya, seperti di Gunung Kidul, Jogjakarta, menurut Kompas, kecurangan dengan mengirim jawaban melalui telepon selular. Di Sumatera Utara lebih vulgar lagi, kepala sekolah mengkomandoi guru-guru untuk mengganti jawaban siswa dengan alasan soalnya susah.

sebenernya disinilah permasalahan krusial dari UAN ini. ada perbedaan metode, cara, kemampuan sumber daya guru dalam menyampaikan pelajaran ke siswanya.
bagaimana mau mendapatkan lulusan yang baik kalo kemampuan guru tidak bertambah karena sibuk cari orderan diluaran karena gaji guru seperti sekarang ini?. kemauan untuk belajar kadang kalah dengan kemauan perut. sungguh ironis sekali.

Melakukan kecurangan atau tidak sebenernya menurutku, kemauan dari sekolah itu (baca kepala sekolah). Sebuah kecurangan dilakukan karena sekolah menginginkan, karena didasari beberapa faktor :

  • ketidaksiapan sekolah sebagai penyelenggara UAN, dalam mempersiapkan anak didiknya;
  • kemampuan dari anak didik sendiri. anak didik berasal dari beberapa latar belakang yang beragam. kalo anak didik itu berasal dari keluarga yang concern dengan pendidikan tentunya akan mendorong anaknya untuk mempersiapkan ujian ini. tapi sebaliknya kalo berasal dari keluarga, dimana keluarga ini harus berjuang banting tulang agar bisa makan, ujian ini bukan yang utama;
  • ketakutan pihak sekolah, kalo anak didiknya tidak lulus maka tercorenglah citra sekolah ini dimata orang tua siswa dan lingkungan sekolah;
  • dan mungkin masih banyak lagi faktornya;

Indikator sekolah melakukan kecurangan, menurutku selama menjadi TPI :

  • berusaha menghalang-halangi terutama TPI dalam melakukan tugasnya. kadang sengaja ditunjuk satu guru/karyawan sekolah untuk membuntuti TPI dan berusaha mengalihkan perhatian agar TPI tidak melakukan sidak ke ruangan.
  • dibuat tim khusus oleh sekolah untuk mengerjakan soal-soal diruangan tertentu dan mendistribusikannya melalui tempat-tempat yang sudah ditentukan seperti toilet, kantin, ruang uks dan lain-lain.
  • banyak peserta ujian keluar masuk toilet.
  • tidak langsung mengepak lembar jawab hasil UAN dan mengirimkan ke rayon dengan alasan yang dibuat-buat.
  • kerja sama dengan pengawas ruangan dengan diberikan imbalan tertentu agar tidak terlalu ketat dalam mengawasi ujian.
  • secara fisik dokumen soal cacat atau sudah terbuka.
  • dan banyak lagi modusnya.

yang lebih ekstrim adalah pihak sekolah berpatungan dengan sekolah lain membeli soal ujian melalui oknum dinas pendidikan, kemudian soal tersebut dikerjakan oleh guru-guru dan didistribusikan sebelum ujian dimulai. siswa disini diperintahkan untuk datang waktu subuh untuk menyalin jawaban yang ada. tentunya biar tidak mencolok jawaban tidak diberikan 100%, tapi sebatas mendapatkan nilai wajar/lulus. apa ini pernah kejadian?. pernah dan tidak tercium aparat, karena pada saat pelaksanaan ujian berjalan mulus tanpa cacat. kebetulan ini terjadi pada temanku waktu mengikuti UAN tahun lalu. dan sekolah tersebut lulus 100%. hebat.

Sebegitu besar beban UAN bagi siswa dan sekolah sehingga apapun dilakukan agar siswanya lulus. Apa salah satu bentuk kemajuan atau kemunduran sistem pendidikan kita?.

Written by antokoe™

25 April 2008 pada 16:54

Ditulis dalam pendidikan

Tagged with

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Memancing di air keruh…
    curang dibalas curang,
    pantaskah?

    Turut berduka cita untuk pendidikan indonesia.

    angger

    26 April 2008 at 13:50

  2. well…
    itulah hasil dari didikan di indonesia….
    lihat saja ada begitu begitu..
    dikit dikit curang, dikit dikit curang… curang kok dikit-dikir:mrgreen:

    cs_1912

    26 April 2008 at 15:39

  3. Ya jelas kemunduran. Tapi “maju” atau “mundur” relatif sih😉
    Para penganut Dark Side, tentu menganggap “kesuksesan berbuat curang” itu sebagai “kemajuan”, dan sebaliknya…😀

    Sebab yang lain: tidak sanggup jujur pada diri sendiri; seorang penipu itu tidak sedang menipu siapa pun, kecuali dirinya sendiri…
    Siapa yang dimaksud?
    Ya siapa saja bisa; mereka ada di antara guru sendiri, siswa, pejabat sekolah maupun Dinas (Dinas Pendidikan maksut saya)… Etc.
    Ah, tape deh…😆 *ketawa getir*

    hyorinmaru

    26 April 2008 at 21:46

  4. siswa takut tidak lulus…
    Guru takut siswanya tidak lulus (guru tidak bermutu)
    Kepsek takut Sekolahnya tidak lulus 100% (ancaman diganti atau mutasi).

    Biar gak pada takut gak usah ada UAN..

    indra1082

    29 April 2008 at 15:00

  5. Itulah yang terjadi bila orientasi pendidikan kita sudah menyimpang jauh. Bukannya mencari ilmu malah cuma mengejar nilai. Lalu buat apa kita sekolah kalo hasilnya cuma jurus-jurus manipulasi seperti ini? Bukankah korupsi itu awalnya dari kecurangan-kecurangan kecil seperti ini?

    Kalo menurut saya UAN-nya sih nggak salah, tapi pemerintah yang bertanggung jawab karena telah menciptakan iklim pendidikan yang hanya berorientasi pada nilai semata, bukannya esensi dari pendidikan itu sendiri. Jadi perbaiki sistem dan paradigma aja. (Visit http://www.eyeindonesia.co.cc

    Kawaii Neko

    6 Mei 2008 at 21:14

  6. […] Baca juga posting UN sebelumnya disini. […]

  7. pak TPI, mendingan gak ada UAN aja pak ya..? hehehehee….

    ah, kecurangan ada di mana-mana….

    gempur

    7 Mei 2008 at 07:37

  8. Dalam hati kertas-kertas Uan itu pasti akan menjerit seandainya mereka bisa menjerit.
    Siapa yang mau menjadi pengabadi kecurangan….

    miasma raccoo

    27 Juni 2008 at 15:12

  9. wah memprihatinkan banget negeri kita ini y…

    Hokya

    23 April 2009 at 16:08

  10. Yaaaaaaaah…. Mau gmana lg… Kyany ud jd “tradisi” ya, kcurangan sperti itu…
    Yang tragis lg, kn sblom UN biasany ad dzikir atau doa brsama, apa iya di dlm doa para siswa ‘blackside’ isiny “mudah2an waktu UN nanti, kami diberi kmudahan dlm kcurangan…. Amin” ?? Bgtukah??
    Ironis… >_>

    RuppE

    26 April 2009 at 06:16

  11. payah,,, payahhh. tenaga pendidik di negeriku mengalami demoralitas. Mari berubah,, bangkit dan bergerak menuju habitus baru bangsa…. ayo kita bisa !!!!

    stanislaus

    25 Maret 2010 at 08:04


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: