Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?

with 15 comments


Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku maksud adalah diMunajah Cinta dunia hiburan. Beberapa bulan lalu (tahun lalu), bioskop bergantian diteror dengan film horor, dan sekarang seperti hantu-hantu sudah mulai putus asa menakut-nakuti penonton, karena sudah tidak takut lagi karena sudah terbiasa.

Pada awal tahun ini, selera pononton mulai berubah. Film komedi mulai mengganti jadwal film horor, diawali dengan komedi satir, seperti Naga Bonar jadi 2, Get Marriage. Muncul varian dari film komedi dengan bumbu seks seperti Quicky Express, Kawin Kontrak, XL dll.

Genre komedi dilibas habis oleh Ayat-Ayat Cinta (AAC). Film ini menjadi terlaris sepanjang masa untuk Indonesia dan aku yakin tidak gampang untuk mengalahkannya dalam waktu dekat. Ibarat dagang, melihat dagangan toko sebelah laris manis, maka toko lain mencoba menjual barang yang sama walau sedikit gambling, kata cukongnya ‘momentum lagi bagus’ maka jangan disia-siakan.

Ternyata efek AAC tidak berhenti pada ranah bioskop tapi juga ranah televisi (TV). Secara mengejutkan muncul sinetron berlabel religi “Munajah Cinta“. Lagi-lagi memanfaatkan momentum kesuksesan AAC. Sinetron ini sengaja ditampilkan pada jam tayang utama (primetime), dan menggeser sinetron panjang (dipanjangin) dengan konsep tambal sulam “Cahaya” yang memang sudah tidak bercahaya lagi. Sebagai penonton TV aku setidaknya berharap dengan sinetron berlabel religi ini. Dilihat dari promo di TV, aku sudah mulai menerka seperti apa sinetron ini, dan benar ternyata sinetron ini sebangun dengan AAC tapi tidak sama. Dan mungkin sengaja pula para cast-nya juga dari AAC, kecuali tokoh laki-laki. Kita segera akan membayangkan tokoh Khumairah dengan Aisyah (AAC), yang sama-sama dimainkan oleh Rianti. Karakter dan akting Rianti juga sama, begitu juga dengan tokoh Maemunah yang dimainkan Adiya Mecca, walau tidak persis dengan tokoh Noura (AAC). Tokoh laki-laki juga sebangun, cuma Attar (Baim Wong – Munajah Cinta) terkesan sangat jaim sedangkan Fahri (AAC), diceritakan lebih manusiawi (walau berbeda tidak seperti di bukunya). Segi cerita juga sebangun, cinta segitiga.

Munajah Cinta, satu dari sinetron yang berada diluar mainstrem sinetron yang ada pada jam yang sama. Bukan dari sisi cerita tapi juga keseriusan penggarapannya, aku takjub dengan ilustrasi musiknya, ternyata secara khusus ditangani oleh Andi Rianto. Aku jadi teringat nuansa score musik pada film Arisan, Arisan the Series, Mengejar Matahari saat menyaksikan sinetron ini. Tapi menurutku masih sangat premature, menilai Munajah Cinta sebagai sinetron ‘bermutu’. Menurut rumusku, sinetron akan bagus diepisode 1 s.d 10. Setelah itu rating akan menjadi hakim apakah sinetron ini lanjut atau selesai.

Bila, sinetron ini sukses maka production house (PH) lain akan berlomba-lomba membuat sinetron sejenis. Latah. Tapi apakah Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?. Perlu riset mendalam, tapi kalau hampir sebangun, mungkin benar. Ayo pak Manoj (MD), Ram (MPV), Gope (Rapi), Shankar (Indika) ikutan dong bikin sinetron yang sejenis biar rame dan biar cepat ganti genre baru.

Written by antokoe™

6 Mei 2008 pada 00:01

Ditulis dalam hiburan, sinetron

Tagged with

15 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. uhm, tidakkah sinet ini terlalu dipaksakan?
    mungkin lho…:mrgreen:

    ah..pertamax juga
    sebelum harganya bener2 naik lagi😆

    wennyaulia

    6 Mei 2008 at 02:03

  2. Sinetron sekarang gak mau kalah sama buah pak, Musiman!.
    Mendingan buah enak dimakan, sinetron????

    indra1082

    6 Mei 2008 at 10:27

  3. memang Indonesia adalah masyarakat latah !!!
    kurang kreatif & inovatif !!!!!

    gogon

    6 Mei 2008 at 13:10

  4. suka nonton sinetron ya??

    kalo cerita, penggarapannya oke, tapi paling lama 1 s.d 10, kecuali sinetronnya Dedy Mizwar, ape habis

    hanggadamai

    6 Mei 2008 at 19:51

  5. mudah2han diakhir2 episodenya gak muter2muter…. sampe yang nonton juga kudu muter otak buat mahaminya…
    btw salam kenal ya…..

    ritasubrata

    6 Mei 2008 at 20:18

  6. latah gak latah yang penting hajar terus..buat terus.. selain latah ada lagi loh, AJI MUMPUNG…

    Fachia

    6 Mei 2008 at 21:23

  7. Indonesia memang gak kreatif bisanya cuma niru aja?

    Angga prasetia

    7 Mei 2008 at 11:43

  8. Mungkin team kreatif nya kurang kreatif.

    Wempi

    8 Mei 2008 at 14:42

  9. bukan cuma ceritanya aja yg mirip, liat aja bentuk&warna font judulnya yg juga mirip ama AAC

    @fanari
    kalo cerita memang mirip, karena novelnya memang begitu. tipografi judulnya memang memanfaatkan momentum dari suksesnya AAC

    fanari

    9 Mei 2008 at 20:39

  10. munajah cinta. sinetron yg ktnya islami, tapi scr tdk lagsung menebar gy hidup mewah dan tdk ada kesedrhanaanya. sgt kecewa!!
    aac sj sudah mengecewakan, ditambah lagi munajh cnt. fiuh!!! tak ada kreatif2nya.

    nur jannah

    14 Mei 2008 at 09:54

  11. moga aja sinetronnya gak panjang soalny monoton en kalo dilihat2 ceritanya hampir mirip dg sinetron lainnya jauh dari kehidupan indonesia yg serba sulit

    cepi

    14 Mei 2008 at 10:27

  12. […] bulan ini. Demam film Ayat Ayat Cinta ternyata ikut menjangkiti adik-adik saya tersebut sehingga sinetron yang diklaim sebangun dengan film sukses tersebut, pun mereka anggap layak untuk ditonton. Akhirnya saya menonton juga episode pertama sinetron ini […]

  13. Saya sudah sebal ngikuti neh sinet. Bikin ngantuk. Apalagi cowok kerennya (gak keren-keren amat sih) ….cuma Attar. Saya muslim, tapi gak ada kesan apa-apa wak nonton nih sinet. Oya, kayaknya para produser udah mulai latah lagi………. sekarang muncul Hamba2 Allah. Apalagi ini, dikemasnya kurang asyik. Jadi malas nontonnya…..

    miralda

    18 Juni 2008 at 09:19

  14. alhamdulillah disaat orang terlelap tidur para kru mendapatkan lob mengerjakan film religius…… berjuanglah demi masa depan…. merdeka….

    dewi

    18 Juni 2008 at 12:17


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: