Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

WTS Aja Tidak Setuju BBM Naik !

with 11 comments


Judul diatas aku kutip dari headline koran harian Pos Kota ( 09/05/2008 ).

Dasyat. Efek dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM), bukan sekarang saja tapi sudah berlangsung sejak dahulu. Efek berantai yang ditimbulkan bisa membuat berantakan anggaran belanja negara. Sepenting itukah BBM. ?.

Ternyata sekarang ini kita sudah sangat tergantung sekali dengan yang namanya energi. Energi dihasilkan oleh proses pembakaran. Pembakaran tergantung dari tersedianya BBM. Kalau menilik keadaan ini sebenarnya bukan karena Indonesia masih dilingkupi awan gelap korupsi dan kebobrokan pemimpinnya, tapi efek dari krisis energi dunia. Negara adidaya sekelas Amerika tidak luput dari krisis ini. Pertumbuhan ekonomi cenderung menurun. Tapi dibelahan bumi lain para penghasil petrodollar mungkin menikmati dari krisis energi ini.

Akan lebih menyakitkan efek ini dirasakan oleh rakyat Indonesia, yang kata para pakar bukan hanya krisis energi saja tapi sudah multikrisis. Pemerintah seperti sangat hati-hati dalam mengambil kebijakan menaikkan harga BBM. Keadaan sebelum kenaikan BBM saja sudah sangat sulit dirasakan rakyat Indonesia. Yang merasakan langsung adalah rakyat dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah, sedangkan rakyat yang berpendapatan menengah atas tidak begitu merasakan efek dari kenaikan BBM.

Pemerintah sudah mengumumkan akan ada kenaikan BBM, dengan besaran kenaikan 30% tapi waktunya belum dipastikan. Hal ini disambut meriah dengan demo mahasiswa tapi belum dalam skala yang besar. Jelas saja sebagian mahasiswa sedang ujian tengah semester (UTS).

Efek dari kenaikan BBM, akan dirasakan oleh semua sektor ekonomi, semua akan ‘menyesuaikan’ harga atau malah ganti harga. Harga naik, daya beli rakyat turun dan pendapatan tetap. Tukang gorengan sudah menjerit dengan kenaikan harga minyak goreng dan langkanya minyak tanah. Produsen roti sudah berteriak dengan naiknya harga gandum. Dan mungkin WTS juga akan menurun pendapatannya, karena para hidung belang tidak mau membayar lebih dan si WTS harus memenuhi kebutuhannya dengan penyesuaian harga baru. Paling parah rakyat sebelum susah makan maka sekarang susah sekali.

Ah.. pusing, puyeng, gajiku naik nggak ya, kalau BBM naik ?.

Written by antokoe™

9 Mei 2008 pada 15:12

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with ,

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Amin mudah2an gaji kita naik boz, biar gak telat bayar kuliah…
    ha..ha…

    indra1082

    9 Mei 2008 at 15:54

  2. Wew… Tar ojek ke area Lokalisasi naik donk… ya bener segh Tips akan berkurang *muka serius*

    JoEy D`JuVe

    9 Mei 2008 at 15:58

  3. klo bbm naik kirimanku naik gak ya????

    hanggadamai

    9 Mei 2008 at 15:59

  4. siap-siap mengencangkan ikat pinggang lebih kencang lagi😀

    Totok Sugianto

    10 Mei 2008 at 01:21

  5. iya neh moga2 gaji kita naek,,harusnya sih emang ada penyesuaian😀

    btw,kasian para wts.. *lowh*😀

    ika

    10 Mei 2008 at 11:30

  6. Jelas saja sebagian mahasiswa sedang ujian tengah semester (UTS).

    wakakkak.. salah satunya ridu😥

    poskota headlinenya emang bikin orang pengen beli..

    ridu

    10 Mei 2008 at 17:36

  7. Kalo dipikir-pikir puyeng BBM naik, mendingan ga usah dipikirin deh!

    Putra eka

    11 Mei 2008 at 13:24

  8. aku ingin ikut membela hak rakyat yang jelas kelaparan karena pemerentah tak pecus dlm mengatur negara dan dari semua itu adalah bajingan AS. yg telah menghancurkan dunia,tapi sayangnya indonesia tetap menjadikan setan amerika itu sahabat minum kopi bersama mari kita ingakan pemerentahan kita demi hidup mulia /mati syahid.

    dwi wawan

    13 Mei 2008 at 09:31

  9. Wah kalau WtS naik kga ada ayam Kampus dunK??

    sapa sih yang bikin orang strezz??
    Pejabat yang nentuin naik na enak yg sengsara rakyat tauuuuuuuuu

    Kami siap turun kejalan demi membela hak rakyat miskin..

    Prinsip kami hidup atau mati toh jika BBm naik pasti banyak yang menderita n merasakan hidup segan mati pun tak mau!!!!!!!

    hamba allah

    15 Mei 2008 at 09:25

  10. Gmn tanggapannya tentang janji SBY tidak naikkan BBM…

    http://alief.wordpress.com/2008/05/25/history-bbm-di-presidensbyinfo/

    alief

    25 Mei 2008 at 20:53

  11. Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

    Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

    Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

    Mengapa???

    Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

    Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

    Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

    Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
    Maunya segalanya dituruti…..
    BBM Murah….
    Pendidikan murah bahkan gratis….
    Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
    Bebas penyakit….
    Bebas gizi buruk …..
    Jalan tidak berlubang……

    Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

    Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

    Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

    Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

    Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

    Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
    Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

    Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

    Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

    Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

    Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

    Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

    Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

    Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

    Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

    Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

    Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

    Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

    Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

    Cukup itu dulu dari saya ya……

    Alimun Bidatisudur (Ali)

    4 Juni 2008 at 09:43


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: