Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

Kebangkitan Nasional: Menanyakan Kembali Indonesia

with 7 comments


Tiap tahun tanggal 20 Mei selalu ada dan selalu bersama dilalui. Tanggal ini kalah istimewa dengan tanggal 1 Januari, 17 Agustus, tanggal Hari Raya Idul Fitri atau 25 Desember. Terkadang kita mengingat tanggal karena tanggal itu berhubungan dengan kegiatan atau kejadian dalam hidupnya. Seperti yang selalu aku ingat adalah tanggal 1 tiap awal bulan. Yap…!, gajian. Lumayan dapatnya 1.5, maksudnya terima tanggal 1 habis tanggal 5.

Tahun ini tanggal 20 Mei, berbeda dengan tanggal 20 Mei pada tahun-tahun sebelumnya. Genap 100 tahun atau 1 abad tonggak kebangkitan nasional (HarKitNas). Momen seabad kebangkitan nasional mempunyai makna multidimensi. Rakyat Indonesia sedang berdebar seperti menunggu kelahiran anak pertama, bahan bakar minyak (BBM) mau naik. Disisi lain, rakyat Indonesia sebelum BBM naik sudah naik tensi-nya karena memikirkan kesulitan hidup, minimnya lapangan pekerjaan dan ketidakpastian ekonomi. Pemerintah sudah mengumumkan bahwa BBM mau naik, tapi tanggal belum pasti. Ini seperti memberi kesempatan para spekulan untuk memainkan harga kebutuhan bahan pokok. Yang menjadi korban, kembali lagi rakyat. Sehingga seabad HarKitNas bermakna Hari MenyaKitkan Nasional. Kasihan rakyat, termasuk aku ini.

Menarik membaca tulisan Noe, vokalis Band Letto diharian Kompas ( 18/05/2008 ). Sebagai generasi muda, kesadaran akan kepedulian terhadap bangsa sangat rendah. Seharusnya generasi muda sebagai pembaharu dapat melakukan langkah yang konkrit untuk kemajuan bangsa. Jangan hanya mengikuti arus tapi harus menentukan arus. Bangsa Indonesia oleh bangsa lain terkenal sebagai bangsa malas, selalu ribut, koruptif, miskin, bodo, dan lain-lainnya yang berkonotasi negatif. Sehingga ada istilah (menurut Noe) “Indonesia Banget”.

“Indonesia Banget”, sebuah istilah yang bermakna sifat tipikal tapi berkonotasi kurang. Indonesia sebagai bangsa yang kaya segala hal, tapi kenapa kalah dengan negara tetangga. Negara tetangga makmur, Indonesia banyak penganggur. Kadang kalau pikiranku lagi ‘bener’, suka berkhayal, coba kalau bangsa Indonesia bekerja bahu membahu, bersatu, pasti bisa mengalahkan Amerika. Indonesia punya semuanya, semua agama ada. Suku, mungkin hanya Indonesia paling banyak mempunyai suku. Bahasa, kaya dengan bahasa daerah tapi punya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Tapi kenapa tidak bisa akur dan sepakat untuk maju. Tapi perbedaan juga menjadi penyebabnya, sehingga semua orang mempunyai pikiran dan kemauan yang berbeda. Memang tidak bisa sepakat demi kebangkitan Indonesia ?. Sekarang maunya rakyat dan para pemimpin tidak sejalan. Pemimpin sibuk cari posisi dan gratifikasi. Rakyat berdarah-darah hanya untuk sesuap nasi.

Mungkin perlu dicari formula ampuh untuk menyatukan atau membangkitkan Indonesia. Perlu diterjunkan ahli arkeolog untuk menemukan formula waktu Patih Gajah Mada menyatukan Nusantara. Perlu ditemukan formula waktu mantan Presiden Suharto bisa me-swasembada-kan beras, sehingga bahan pangan murah. Dan yang pasti harus ditemukan pemimpin yang visioner, mengerti rakyat, dan menyatukan bangsa ini.

Sekarang ini, identitas sebagai Indonesia, yang ramah, baik, agamis, peduli sudah samar-samar sehingga perlu kita menanyakan kembali ke-Indonesia-annya. Sehingga istilah Noe “Indonesia Banget” bisa lebih bermakna positif.

Written by antokoe™

19 Mei 2008 pada 21:08

Ditulis dalam renungan

Tagged with , , ,

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semoga “Indonesia Banget” lebih mengedepankan prestasi bukan caci maki

    indra1082

    21 Mei 2008 at 10:34

  2. lihat perayaan seabad kebangkitan Indonesia kemarin malam?? Berapa tuh biayanya? Mestinya Indonesia lbh berpikir realistis. Coba kalau dananya itu disalurkan untuk hal2 yg real. memberi modal pada usahawan kecil shg mrk bisa memperluas lapangan kerja di daerahnya masing2 misalnya.. pasti lbh membantu. Segala seremonial itu –apalagi yg meludeskan dana seabreg2 — mendingan dihapuskan saja deh. Mensejahterakan masyarakat di sektor rill, bukan meninabobokan rakyat dg pesta2 dan segala kembang api, mungkin lbh terhormat. Caci maki sepertinya masih dibutuhkan utk bangsa ini…

    kucingkeren

    21 Mei 2008 at 11:08

  3. itulah, orang Indonesia, banyak yang miskin, tapi tiap mobil baru masuk, pasti orang Indonesia pasti beli. tapi rakyat mungkin seneng juga liat acara megah, itung-itung hibur diri dari kesulitannya. ironis ya

    antokoe

    21 Mei 2008 at 22:02

  4. Sudah terlalu banyak ajaran dan pelajaran yang diwariskan oleh para sepuh dan pendiri negeri ini kepada kita. Yang belum adalah menjalankan dengan sungguh-sungguh tanpa dikontaminasi dengan kepentingan sesaat dan kekuatan sesat.

    Hidup Indonesiaku!

    Tabik!

    Zul ...

    22 Mei 2008 at 00:58

  5. BBM dah Naik Boz…..

    Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik setinggi gunung
    Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Tercekik Harga-Harga
    Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik gak tanggung-tanggung
    Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Panik dimana-mana

    indra1082

    24 Mei 2008 at 10:49

  6. Kebangkitan nasional !!!
    Kebangkitan BBM !!

    gogon

    25 Mei 2008 at 22:57

  7. Kebangkitan nasional sebagai Instrospeksi diri dan bangsa kita, tinggal apakah kita mau sadar atau tidak !!!

    hermanussugianto

    3 Juni 2008 at 10:00


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: