Mas Anto BLOG

catatan langkah pikiran™

Antara Malu dan Tanggung Jawab

with 23 comments


Bulan Juli ini adalah bulang kondangan. Hampir tiap gang di daerahku bertengger janur, penanda bahwa penghuni gang ada yang hajatan. Banyak undangan mungkin bukti kalau banyak teman/kerabat atau banyak dikenal orang.

Lucu juga ya, di Indonesia itu selain dikenal musim hujan dan musim kemarau juga banyak dikebal musim-musim lain. Seperti musim mangga, musim duren, musim rambutan dan mungkin yang tidak ada di negara lain adalah MUSIM KAWIN. Bulan Juli ini bulan hajatan kalau tidak sunatan (pas libur sekolah) ya nikahan.

Awas !!!. Jangan salah masuk tempat kondangan, karena bisa jadi dalam satu gang ada lebih satu hajatan. Seperti yang dialami temanku. Super yakin masuk ke tempat kondangan tanpa tanya, nulis buku tamu, sumbangan dimasukkan dikotak, pas mau salaman sama pengantin, lho kok gak kenal? Wah salah masuk, ya sudah terusin saja (pengantin pasti heran nih siapa ya). Langsung cabut dari TKK, sumbangannya??? Malu diambil lagi.

Ngomongin kondangan aku jadi ingat peristiwa beberapa tahun lalu. Lucu dan tidak perlu terjadi. Waktu itu temenku nikah, kita sepakat untuk sumbangan dijadikan satu amplop biar tidak kelihatan sedikit. Setelah semua dimasukkan ke amplop, amplop di-lem, aku taruh di saku baju. Meluncurlah ke TKK (tempat kejadian kawinan), kebetulan waktu habis magrib. Kasih salam sama mempelai, ngobrol sana-sini, tiba giliran pulang. Giliran waktu pulang, aku kasih amplop kumpulan sumbangan ke pengantin cewek (karena dia yang temanku). Pulanglah kami semua, tapi aku merasa ada yang tidak beres. Kami sudah pulang sekitar 3 km. Motor aku pinggirkan, aku meraba ke saku baju. Lho kok amplop sumbangan masih ada disaku, terus yang aku kasih ke pengantin tadi apaan???. Wah aku baru sadar selain amplop sumbangan tadi, di saku juga ada amplop berisi undangan rapat. Berarti???. Langsung aku balik ke TKK, teman-temanku (yang masih disana) pada heran. Lho kok balik lagi. Aku jawab yang ketinggalan. Ku temui pengantin cewek, dengan perasaan super malu, bahwa amplop yang aku kasih tadi salah. Ditukarlah amplop itu plus pernyataan maaf seribu maaf. Langsung ngacir yang nunggu di pinggir jalan. Dan kami tertawa geli.

Memang ada hubungannya antara malu dan tanggung jawab?

Written by antokoe™

6 Juli 2008 pada 08:14

Ditulis dalam sosial

Tagged with , ,

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. pertamaxxxx…

    aku juga pernah pengalaman mirip kaya gitu mas…

    pas nikahan saudaraku, ada ibu2 salah masukin amplop (dia mau undangan di beberapa tempat). Akhirnya saya yang jaga kotak sumbangan disuruh membongkar sama ortu yang punya hajat, dan nyari amplop tsb. Oalaahhh…

    Abdee

    7 Juli 2008 at 09:34

  2. kenapa enggak makan makan dulu??

    ulan

    7 Juli 2008 at 10:59

  3. ada sih
    orang yang punya malu dia akan bertanggungjawab
    orang yang ga punya malu dia sulit tuk bertanggungjawab🙂

    achoey sang khilaf

    7 Juli 2008 at 11:30

  4. yaah harus tanggung jawab lah, kan dah di kasi kepercayaan sm temen2 yang lain, kalo gitu doang mah ga usah malu, kirain malu yg gimana :p

    neng fey

    7 Juli 2008 at 12:45

  5. *ngakak guling-guling*

    emang nih bulan bisa bikin “tongpes” dihari yang sama ada 3 temanku yang hajatan.

    yang penting makan dulu hehehe

    tukangobatbersahaja

    7 Juli 2008 at 13:03

  6. hahahahaha…..untung g ketuker sm amplop gaji yagh..heheh…khan bs enak tugh.,…malu2in ah

    sarahtidaksendiri

    7 Juli 2008 at 13:10

  7. Terlalu semangat tuh, Mas…
    jangan lupa untuk diputer duitnya, dijilat amplopnya, dicemplungin tuh ke kotak sumbangan….

    sapimoto

    7 Juli 2008 at 13:54

  8. Untung aja gak ketukar dgn amplop tempat nyimpan nota bon.😉

    Faradina

    7 Juli 2008 at 18:55

  9. nah loh! koq bisa ketuker sich,mas. hahahaha…….
    untuk aja gak ketuker kartu BLT,hahaha…

    langitjiwa

    7 Juli 2008 at 19:50

  10. hihihihihi jangan bilang ketukar,,, bilang aja nich bonus tambahan😆

    zoel chaniago

    7 Juli 2008 at 23:12

  11. saya malu kalo ngga bisa tanggung jawab

    realylife

    8 Juli 2008 at 00:03

  12. Borobudurnya mana?

    Laporan

    8 Juli 2008 at 01:17

  13. salam kenal aja deh…..

    komen balk yah….

    aze---

    8 Juli 2008 at 16:44

  14. sekarang memang bulan yang baik untuk menikah

    uDjo

    8 Juli 2008 at 17:57

  15. yah…
    musim “Nikah” mas.
    bukan “Kawin”.😛

    – – –
    Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…

    ghaniarasyid™

    9 Juli 2008 at 10:33

  16. saya mau nikah…
    hehe… orang aneh kumat lagi..😆

    nengthree

    11 Juli 2008 at 10:36

  17. untung yang masuk situ bukan surat cinta, mas…
    bisa bikin berabe tuw:mrgreen:

    wennyaulia

    11 Juli 2008 at 10:38

  18. perlu waspada sama yang tebel-tebel nich……

    windra

    11 Juli 2008 at 19:58

  19. lha… untung yang kliru bukan pengantennya…😆

    anton ashardi

    12 Juli 2008 at 23:49

  20. NGE-TES USER BOS………

    MasIn

    14 Juli 2008 at 11:20

  21. wkwkwkwk.. kocak banget…
    tengsin banget mas…🙂
    rasanya itu lho… kynya ngebuat muka panas whehehe….

    dhedhi

    18 Juli 2008 at 22:29

  22. Tanggungjawab gak ketara? malunya segunung tuh ha….ha….

    koesnia

    24 Juli 2008 at 11:16

  23. heuehuehue untung masih inget coba ga inget :p

    berasanya dapet rejeki tiba tiba padahal amplop buat manten😆

    natazya

    26 Juli 2008 at 10:42


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: